Jumat, 25 Mei 2018

Waldrof School



SCHOOL FUN IS WALDROF SCHOOL

            Pendidikan merupakan suatu keharusan, karena dengan pendidikan manusia akan memiliki kemampuan dan kepribadian yang berkembang , yang disebut manusia seluruhnya.
Hederson (1959) mengemukakan bahwa pendidikan pada dasarnya suatu hal yang tidak dapat dielakan oleh manusia, suatu perbuatan yang “tidak boleh” tidak terjadi, karena pendidikan itu membimbing generasi muda untuk mencapai suatu generasi yang lebih baik.
            Dalam undang-undang RI NO. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dikatakan bahwa: Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pendidikan pada hakikatnya mengandung tiga unsur, yaitu mendidik, mengajar, dan melatih. Ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Pendidikan dalam pelaksanaanya berbentuk pergaulan antara pendidik dan anak didik, namun tentu suatu pergaulan yang tertuju kepada tujuan pendidikan, yaitu manusia mandiri, memahami nilai, norma-norma susila dan sekaligus ammpu berprilaku sesuai dengan nilai-nilai norma tersebut. Pendidikan fungsinya membimbing anak didik, dan bimbingan itu akan mempengaruhi anak didik kearah yang sesuai dengan tujuan yang ditentukan , yaitu untuk mencapai pendewasaan.
Dalam proses pendidikan, manusia merupakan unsur yang sangat menentukan guna terselenggaranya pendidikan yang efektif dan efisien, kedua unsur manusia tersebut adalah pendidik dan anak didik. Pendidik dan anak didik merupakan kunci bagi terjadinya pendidikan.
            Terlihat di zaman sekarang ini dunia pendidikan sudah berkembang secara pesat baik di Luar Negeri ataupun di Indonesi itu sendiri . Di Indonesia sudah jelas terlihat bahwa dunia pendidikannya sudah semakin maju dengan mengikuti perkembangan zaman . Terutama di Pendidikan Anak Usia Dini dulu Indonesia sangat kurang memperhatikan akan pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini baik dari pemerintahnya ataupun masyarakatnya yang menganggap bahwa Anak Usia Dini tidak adanya sekolah khusus karena dirumah pun anak-anak sudah diajarkan oleh ibunya atau keluarganya tanpa harus sekolah ke PAUD/TK.
Sebenarnya kehadiran PAUD di Indonesia sudah ada sebelum terjadinya kemerdekaan. Dimana pada saat terjadinya pergerakan nasional pada masa penjajahan Belanda (1908-1941) dan masa penjajahan Jepang (1942-1945) PAUD telah ada . Namun keberadaan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia  tidak akan terlepas dari perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di dunia Iternasional.
Namun pada masa-masa itu pendidikan hanya diperuntukan untuk anak-anak keturunan Belanda, Eropa, dan Bangsawan mulai dikenal oleh Cendikiawan muda pribumi. Semakin pesatnya perkembangan pendidikan Anak Usia Dini di Internasional dan memberikan dampak yang positif bagi Indonesia karena , berkembang pesat juga Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia .
            Namun, sekarang Pendidikan Anak Usia Dini sedang gencar-gencarnya menjadi program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Di kota-kota besar sekolah PAUD dijadikan syarat untuk masuknya ke jenjang sekolah dasar. Pendidikan Anak Usia Dini memberikan dampak yang begitu besar dalam proses perkembangan anak , karena anak usia dini merupakan Golden Age atau masa keemasan dimana fase ini sangat menentukan kehidupan anak dimasa yang akan datang. pada masa ini kecerdasan anak benar-benar tinggi dan harus dikembangan melalui proses belajar yang dikemas dengan bermain dan diterapkan nya karakter yang baik pada anak agar kedepannya budi pekerti anak baik. Dan sekarang di perkampungan sudah mulai diadakannya PAUD walaupun sarana dan prasarana nya masih belum bagus hanya saja itu sudah membantuk anak-anak yang ada diperkampungan mendapatkan pendidikan dari sejak dini agar kelak mereka tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas yang dapat memajukan Bangsa Indonesia ini.
            Dalam sejarah perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Early Childhood Education-ECE) terdapat beberapa nama sebagai filsuf dalam pendidikan anak. Pemikiran dan gagasan-gagasan mereka sampai saat ini masih digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia.
dimana sekarang ini sudah banyak sekolah PAUD/TK yang menerapkan model-model Pendidikan Anak Usia Dini yang digunakan di Internasional seperti Model Maria Montessori, Model High Scope, Model Bank Street, Model Waldrof, dan Model Reggio Emilia, ada yang sebagian dari beberapa model tersebut di gunakan juga di PAUD/TK yang di indonesia walaupun masih belum semua menerapkan hanya di kota-kota besar saja . Salah satu Model Pendidikan Anak Usia Dini yang terkenal di Internasional dan digunakan di PAUD/TK di Indonesia adalah :
a.         MODEL PEMBELAJARAN WALDROF
            Waldrof berasal dari Eropa dan telah menyebar ke seluruh dunia. Banyak yang tertarik dengan pendekatan ini karena mereka melihatnya sebagai sebuah alternatif untuk pendidikan tradisional dan sebagai inspirasi untuk memperbaiki pendidikan. Model Pembelajaran Waldrof memiliki tujuan untuk meningkatkan perkembangan anak secara optimal dengan pembelajaran yang sehat , tidak tergesa-gesa dan disesuaikan dengan perkembangan anak yang setiap anak pasti memiliki perkembangan yang berbeda-beda.
Tokoh dari pendekatan Waldrof adalah Rudolf Steiner. Ia dilahirkan di Austria pada tahun 1861. Rudolf Steiner yang berkarya sampai tahun 1925 memiliki pandangan yang bersumber dari perpaduan jiwa seseorang humanis dan ilmuwan.
Rudolf Steiner berinisiatif untuk memulai mendirikan sistem pendidikan yang unik ini. Dia menawarkan usul yang tidak ternilai untuk pembaruan tidak hanya di dalam dunia pendidikan tetapi juga dalam dunia kedokteran, pertanian, kesenian, dan ilmu pengetahuan. Dalam program Rudolf Steiner membuat program pendidikan yang bukan hanya bisa di terapkan di masa kanak-kanak tapi juga bisa diterapkan hingga sekolah menengah.
            Pada 1919, Waldrof Astoria cigarrete Company mendirikan Waldrof School di Stuttgat, Jerman. Pada awalnya sekolah yang didirikan ini di khususkan untuk anak-anak yang orang tua nya bekerja di pabrik , agar anak-anak tersebut menjadi lebih kreatif dan memiliki keseimbangan rasa. Sejak tahun 1928 sekolah Waldrof memiliki perkembangan yang sangat pesat dengan berdirinya sekolah-sekolah Waldrof di beberapa tempat.
            Pandangan yang dianut oleh sekolah Waldrof menjadikan anak agar menjadi pribadi yang aktif, kreativitas, pengetahuan, keterampilan dan rasa percaya diri yang tinggi melalui proses pembelajran yang dirancang sedemikian rupa agar pembelajarannya menyenangkan dan anak mengikuti proses pembelajarannya dengan hati senang tanpa adanya unsur paksaan dalam diri anak sehingga anak dapat merasaskan kegembiraan ketika berada di lingkup pendidikan Waldrof dan anak akan memasuki dunia nya dengan baik dan dapat bekerja sama dalam mengubah kehidupan menjadi lebih baik.
            Keberadaan anak di pendidikan Waldrof sebagai individu mendapat perhatian serta penghargaan yang besar untuk anak. Di sekolah Waldrof diseluruh dunia anak mendapatkan perlakuan secara spesial selayaknya tuan putri yang akan dilindungi dari seagala bentuk kekerasan dan ancaman-ancaman yang membahayakan dirinya. Sehingga anak akan merasakan kenyamamanan dan merasakan kasih sayang yang besar dari para guru anakpun akan merasa sekolah itu sebagai rumah kedua mereka dan para guru menjadi orang tua ke dua disekolah , bahkan saking menyenangkan nya pendidikan Waldrof kadang ada anak yang lebih betah berada di sekolah di bandingkan di rumah.
Anak-anak disekolah Waldrof di didik dengan pembelajaran yang sealamiah mungkin semua berhubungan dengan alam namun secara hati-hati serta didik agar bisa hidup mandiri agar tumbuh dalam kehidupan yang baik tanpa harus terus-terusan dibantu oleh orang dewasa.
            Sekolah Waldrof memiliki keunikan yang tersendiri yaitu dari profil guru-gurunya dan pembelajarannya . Guru harus berpartisipasi secara aktif dalam mengoperasikan sekolah. Badan pengurus utama sekolah terdiri dari empat kelompok, yaitu fakultas, yayasan, perguruan, dan Dewan komite orang tua. Prinsip yang sangat terkenal disekolah Waldrof adalah accept the children with reverence ( terima anak-anak dengan penghormatan) , educate them with love ( didik anak dengan cinta ) dan send them froth in freedom (beri kesempatan kepada anak-anak untuk meraih kemajuan dengan bebas).
Pendidikan di Waldrof sangat unik, khususnya dalam kapasitas bagaimana anak-anak diajarkan dan ketika mereka belajar banyak subjek anak-anak diberikan kebebasan untuk mengeksplorasikan dirinya dan dibiarkan bermain di alam terbuka agar anak lebih mengenal lagi mengenai lingkungan sekitarnya. Meskipun, demikian Rudolf Steiner menawarkan program langsung yang spesifik kepada para guru. Dia menekankan bahwa seorang harus bekerja keras dalam menciptakan proses pembelajarannya yang membantu anak agar tumbuh dengan baik melalui isi dan materi pembelajaran dari pengalaman artistik dan pengalaman kehidupannya.
            Objek pembelajaran di Waldrof melalui berbagai kegiatan yang melibatkan anak secara langsung bersentuhan dengan kegiatan tersebut sehingga mereka memperoleh pengalaman dari hasil belajar. Karena di Waldrof mengikut sertakan anak dalam kegiatan secara langsung sangatlah penting anak bisa belajar dari pengalaman yang ia dapatkan dan menjadikan anak menjadi pribadi yang percaya diri serta kreativ.
            Tujuan akhir dari seorang guru Waldrof adalah membantu anak agar mampu menghubungkan antara kapasitas bawaan termasuk imitasi dan imigasi anak dengan pengalaman pendidikan yang diperoleh dalam kehidupan nyata yang akan mereka jalani secara sungguh-sungguh.
            Evaluasi pembelajaran dalam kurikulum Waldrof itu dengan dimulai dari meminta data-data dan mengumpulkan informasi kepada orang tua mengenai kegiatan anak di rumah. Guru tidak menggunakan penilaian dalam evaluasi pembelajaran tapi lebih pada pemahaman mengenai anak agar dapat melakukan proses pembelajaran dikelas dengan baik dan diterima oleh anak.
Metode ini dimaksudkan agar guru menjadi lebih kreatif lagi dalam menafsirkan permasalahan-permasalahan yang terjadi pada anak dan dapat menemukan solusinya .
            Konteks Pendiidkan Waldrof sendiri tidak hanya diterapkan di PAUD/TK saja tapi pendidikan Waldrof diterapkan juga di Sekolah Dasar , bahkan pada era sekarng pendidikan Waldrof juga sudah ditiru di sekolah negeri.
            Di Indonesia sendiri sudah ada dibeberapa kota yang menerapkan pendidikan model Waldrof baik pada tingkat PAUD/TK maupun tingkat sekolah dasar. Salah satu contoh yang menerapkan pendidikan model Waldrof  di tingkat PAUD/TK yaitu:

1. JAGAD ALIT-WALDORF SCHOOL
            Jagad Alit ini beralamat di Jl. Babakan Jeruk III, Sukagalih, Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat 40163. Pada mulanya Jagad Alit ini terbentuk dari sebuah comunity yang terdiri dari orang tua, psikolog dan guru yang mengikuti study group  yang mempunyai pemikiran bahwa pendidikan anak usia dini bukan hanya berfokus pada intelegensia anak semata. Sehingga di bentuk PAUD yang dinamakan Jagat Alit yang menganut model pendidikan Waldrof , murid yang ada di Jagat Alit saat ini berjumlah 14 orang dengan jumlah guru 5 orang yang masuk ke kelas berjumlah 3 orang dan untuk.
 Struktur organisasi yang ada di Jagat Alit di ambil dari cara berpikir Rudolf Steiner yaitu, manusia bisa bekerja dalam posisi belajar  dan dalam posisi sejajar. Oleh karena itu struktur organisasi di Jagad Alit semua dalam level yang sama hanya saja ada pembagian tugas nya tetapi semua berkontribusi untuk keberhasilan Jagat Alit dalam membimbing dan membantu anak untuk memiliki kepribadian yang baik serta bertanggung jawab langsung terhadap sekolah . apabila terjadi permasalah di Jagad Alit diadakannya Scolef Teacher artinya sekumpulan guru-guru yang bermusyawarah untuk mufakat.
Jagad Alit tidak memiliki kurikulum yang khusus kurikulum yang mereka terapkan adalah bermain karena menurut mereka di PAUD hanya ada bermain dan bermain , tetapi bermain yang mengandung unsur pembelajaran yang tanpa disadari oleh anak-anak bahwa mereka sedang belajar. acuan kurikulum nya yaitu yang sesuai dengan tahapan perkembangan dari dua belas indera manusia, yaitu :
a)      Tahapan 0-7 tahun fokus pada Lower senses : touch life, movement, balance
b)      Tahapan 7-14 tahun fokus pada Middle senses : sight, taste, smell, warmth
c)      Tahapan 14-21 tahun fokus pada Upper senses : hearing, word, thought, ego
Yang lebih dikembangkan oleh Jagad Alit pada usia 0-7 tahun dan fokusnya kepada  tiga aspek/bagian dari manusia yaitu kemauan atau tindakan dari diri sendiri (willing), perasaan (feeling), dan pemikiran (thinking) yang dikembangkan melalui tangan (hands), hati (heart), dan kepala (head).
            Visi dan Misi dari Jagad Alit mengacu pada Rudolf Steiner . Stainer berpendapat bahwa anak berkembang melalui pengalaman dan proses berpikir. Perkembangan diri anak adalah perkembangan kesadaran. Anak perlu banyak berhubungan dengan lingkungannya dan mengeksplorasi lingkungan untuk memperoleh suatu pemahaman. Pembelajaran perlu dilakukan dengan menggunakan media yang berkaitan dengan lingkungan. Jadi Visi dan Misi dari Jagad Alit mengharapkan seorang anak tumbuh dan berkembang menjadi orang dewasa yang kehidupannya baik dengan memberikan kebebasan pada anak ketika bermain namun dengan pengawasan yang baik.
Di Jagat Alit ini peran orang tua terhadap sekolah sangat besar karena diikut sertakan dalam kegiatan sekolah bahkan pada acara 17 Agustusan orang tua lah yang menyelenggarakannya,  bahkan ada juga orang tua yang menawarkan bantuan sendiri seperti mengecat kelas, menanam pohon, dan orang tua diharapkan menjadi bagian dari sekolah. Jadi kolaborasi yang ada pada orang tua dan guru sangat terjalin dengan baik hal itu juga akan mempengaruhi terhadap kemajuan sekolah Jagad Alit.
Sarana dan prasarana yang terdapat di Jagad Alit sangat sederhana sekali yang kebanyakan bahannya terbuat dari bahan alami yang diolah menjadi berbagai bentuk . terdapat satu ruang kelas, satu ruang dapur, 2 kamar mandi, kantor dan area bermain outdoor. di lingkungan Indoor sendiri banyak barang yang terbuat dari bahan alam semisalnya tempat-tempat permainan itu banyak yang terbuat dari bambu yang di anyam bahkan ruangan dapur hampir semua  terbuat dari kayu mulai dari open kue, alat-alat makan dan sebagainya. Di area outdoor semua permainan anak terbuat dari alam seperti ayunan, jungkitan itu terbuat dari kayu. Area kamar mandi juga tempat tissue, tempat cuci tangan terbuat dari kayu yang dibentuk sedemikian rupa.
Proses pembelajaran di Jagad Alit dari hari keharinya mempunyai kegiatan yang berbeda-beda. Jadwal kegitan senin-jumat :
a)      Senin   : Nyapu dan Bermain Benang
b)      Selasa  : Berkebun
c)      Rabu    : Libur
d)     Kamis  : Menggergaji, Menghampelas kayu
e)      Jumat   : Membersihkan kolam ikan
Pembelajaran di Jagad Alit sendiri dikemas dengan  semenarik mungkin  dari mulai anak-anak datang kesekolah hingga mereka pulang agar mereka tidak merasa bosan selama berada disekolah. Selama anak bermain mereka benar-benar diberi kebebasan dalam memilih permainan yang mereka inginkan. Tidak ada kata larangan yang terucap dari para guru kepada anak ketika mereka bermain apabila anak bermain yang sangat berbahaya maka guru akan melarangnya bermain tapi tidak menggunakan kata-kata larangan seperti jangan , guru akan mengalihkan anak kepermainan yang lain. Kebebasan disini bukan hanya sekedar membebaskan tetpai kebebbasan dalam pengawasan. Bahkan permainan outdoor yang ada di Jagad Alit seperti jungkat-jungkit dan jalan dipapan diatas ban merupakan pemikiran anak bukan dari gurunya , awalnya ada palang bambu yang tergeletak begitu saja dan ada anak yang meminta kayu tersebut dipindahkan keatas batang pohon sehingga terbentuklah jungkat-jungkit,  sama halnya dengan permainan berjalan diatas papan yang di ban itu juga merupakan hasil dari pemikiran dan kreativitas anak.
Dalam melatih kesabaran anak melalui menggemgam lilin yang lumayan susah dibentuk sampai lilin tersebut bisa dibentuk oleh anak. Pembelajaran di Jagad Alit benar-benar membebaskan anak tidak memaksakan anak untuk belajar . Proses pembelajaran di Jagad Alit sendiri guru yang lebih dulu melakukan pembelajran seperti meronce guru tidak mengajak anak tapi anak yang menghampiri guru nya untuk ikut meronce karena, anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi ketika dia melihat gurunya melakukan sesuatu yang menurutnya menarik maka, dia akan datang sendiri tanpa harus diajak oleh gurunya.
Anak dibiarkan mengeksplorasikan dirinya dan ketika melakukan permainan di indoor anak dibiarkan mengambil dan membereskan permainannya sendiri , disini anak dituntut untuk bertanggung jawab terhadap barangnya dan diri sendiri.
            Evaluasi Pembelajaran yang diterapkan di Jagad Alit di kemas dalam bentuk deskriftif dimana setiap anak memiliki buku catatan sendiri dalam waktu satu semester dan menceritakan segala sesuatu yang dialami di kehidupannya sehari-hari dalam buku cerita tersebut dan dijadikan sebagai acuan oleh guru untuk menentukan isi serta materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Keunikan dari pembelajaran di Jagat Alit sendiri dari cara para guru membimbing dan membentuk karakter anak agar menjadi pribadi yang kreatif, percaya diri, mandiri, dan berbudi pekerti melalui pemberian kebebasan pada diri anak sehingga anak dapat mengeksplorasi dirinya sendiri didampingi pengawsan dari para guru , dari segi konsep ruangannya pun sudah unik dan menari berbeda dari PAUD/TK kebanyakan yang ruang kelasnya biasa saja  , sedangkan di Jagat Alit ruang kelasnya itu berbeda seperti bukan ruangan kelas seperti ruangan yang di konsep bagaikan dinegeri dongeng dan itu tentu membuat anak merasa tertarik dan betah berada disekolah. Uniknya lagi disekolah Waldrof Jagat Alit sangat dilarang yang namanya penggunaan alat elektronik bahkan anak-anak sama sekali tidak boleh melihat alat elektronik dilingkungan sekolah seperti handphone karena itu akan menganggu terhadap berlangsungnya proses pembelajaran dan anak juga akan kurang fokus karena perhatiannya teralihkan pada alat elektronik.

























Poto Sekolah Waldrof di Jagad Alit


Hasil gambar untuk photo sekolah jagad alit


Hasil gambar untuk photo sekolah jagad alit

Hasil gambar untuk photo sekolah jagad alitHasil gambar untuk ruangan kelas jagad alit



Hasil gambar untuk ruangan kelas jagad alit



Tidak ada komentar:

Posting Komentar